Tinggal
di kota selalu merasa terganggu dengan polusi udara karena banyaknya kendaraan
bermotor? Sering mengeluh dengan kualitas udara yang buruk? Atau merasa kasihan
dengan burung-burung kecil yang enggak sengaja kita lihat di kota yang tidak
punya tempat tinggal karena ekosistem mereka yang telah rusak?
Ada
kabar bagus untuk kita yang tinggal di kota karena kreativitas orang Belanda punya solusinya.
Ada inovasi baru “Green roofs ‘New Dutch’ tile” yang dibuat oleh desainer
Belanda yang bernama Roel de Boer.
Roel
de Boer menghabiskan masa kecilnya di Pulau Texel. Sebuah Pulau yang
dikelilingi oleh laut dan juga angin. Pada usia enam belas tahun. Ia
meninggalkan pulau untuk pergi ke Amsterdam. Kehidupan kota membuatnya berpikir
tentang arti rumah dan pengaruh lingkungan terhadap manusia. Roel de Boar
terinspirasi oleh keragaman budaya dan sosial kota. Ini dapat terlihat dari
proses desain dan konsep yang ia buat. Sebuah dunia yang ia eksplorasi dengan
caranya sendiri dan juga ada unsur alam didalam karyanya.
Perusahaan
desain Belanda Roel de Boar telah menciptakan atap genteng ringan yang baru dan
dapat dipasang pada atap miring yang umum dibanyak kota di Belanda. Ubin dasar
yang dapat dipasang langsung kesetiap genteng dan saku yang berbentuk kerucut
terbalik di mana tanah atau media tumbuh lainnya dapat ditempatkan yang
memungkinkan tanaman untuk tumbuh tegak. Kedua bagian dari sistem ini terbuat
dari plastik daur ulang tahan lama yang ringan untuk membantu mengurangi berat
atap.
Konsep
yang dibuat adalah mengubah atap rumah ke habitat perkotaan yang subur,
dirancang khusus untuk vegetasi; berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan tanaman
yang menempati suatu ekosistem. Berbeda dengan atap hijau yang lainnya adalah
beban berat pada atap dan sulit melawan
gravitasi. Atap hijau lain yang memiliki atap miring sering mengalami kesulitan
berjuang dengan gravitasi untuk menjaga media tumbuh agar tetap aman
ditempatnya.
Namun,
genteng yang dibuat Roel de Boar merupakan sesuatu yang baru karena dapat di
pasang pada atap miring dan tidak kesulitan melawan gravitasi, lebih hemat
karena terbuat dari plastik daur ulang tahan lama yang ringan sehingga mengurangi
berat atap. Memurnikan udara, dan mampu menyerap bising atau kelebihan suara
sehingga menyediakan lingkungan yang lebih nyaman dan tenang. Selain itu dapat
menyaring air hujan karena pada hari-hari berhujan, air hujan disalurkan ke
kantong dan diserap oleh tanaman. Kelebihan hujan perlahan mengalir pergi, tapi
hanya setelah tertunda sebentar dan kemudian disaring sehingga mengurangi beban
air pada genteng.
Genteng
ini hemat energi dan juga bisa menjadi
batu loncatan bagi satwa liar dikota karena genteng yang di rancang Roel de
Boar selain menjadi rumah bagi bunga, juga untuk melindungi satwa liar dan bisa
menjadi habitat mereka. Melindungi satwa liar seperti burung dan makhluk lain
yang mungkin menjadi mangsa predator di dataran rendah dan menjaga dari kontak
manusia lainnya, dengan konsep atap seperti ini membuat burung dan makhluk lain
merasa lebih dirumah/habitat mereka yang asli.
Bisa
dibayangkan hal ini menjadi cara termudah didunia untuk mendapatkan atap hijau
dengan banyak manfaat. Roel de Boar menyatakan bahwa genteng yang dibuatnya
diberikan lapisan tambahan untuk menjebak panas dimusim dingin dan membantu
mengatur suhu didalam ruangan yang akan membuat rumah tetap dingin dimusim
panas dan hangat dimusin dingin.
Kehadiran
tanaman meningkatkan kualitas udara disekitar bangunan dan menambah kualitas
hidup jika sistem ini diperluas diseluruh lingkungan dan dapat juga
berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati yang lebih besar di kota-kota dan
pinggiran kota.
Desain yang dibuat Roel de Boar
melalui proses penelitian dan percobaan tentang kota, inovasi dan bangunan
hijau. Hal ini menciptakan organik baru yang dikendalikan. Penuh dengan logika
alami yang mengejutkan.
Ide yang menarik bukan? Semoga kita
juga mampu melahirkan ide inovatif untuk memberikan perhatian besar terhadap
lingkungan. Ini bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Referensi :




Tidak ada komentar:
Posting Komentar