Amour

Amour
La voix de mon coeur t'appelle, c'est ma plume qui te l'écrit et mon coeur qui te le dit

Jumat, 15 Agustus 2014

Taman Simalem Resort


           Merencanakan liburan adalah hal yang paling membuatku senang. Awalnya kami sekeluarga merencanakan liburan ke Silalahi untuk memancing dan menikmati pinggiran Danau Toba lalu menginap satu malam disana. Tapi rencana itu tiba-tiba saja berubah, tak jadi pergi memancing ikan, kami malah berbelok arah ke Taman Simalem Resort. Walau sempat pergi ke suatu daerah yang yang tidak aku kenal. Nama daerah itu seperti dalam bahasa korea, mereka menyebutnya “Haranggaol”, tuh kan bener kayak ada korea-koreanya gitu. kami juga tidak jadi  pergi kesana dan kata orang-orang setempat itu juga tempat untuk memancing.
          Sampai di Taman Simalem dari security command post. Kami diberikan peta lokasi tempat-tempat yang akan dikunjungi didalam kawasan. Aku membolak-balik peta, membacanya lalu mengikuti petunjuk yang ada dan menjadi pemandu jalan. 
          

         Memasuki kawasan, pertama-tama kami melewati Cultural Heritage. Jalan terus menuju Fountain of Wealth.  Menurutku Fountain of Wealth sebuah air mancur yang indah itu adalah pusat dari kawasan Taman Simalem, dengan itu sebagai patokannya, aku jadi lebih mudah dalam membaca peta. Dari Fountain of Wealth kami menemukan dua jalan lurus kedepan dan berbelok ke kiri. Kami memilih berbelok ke kiri menuju Buddhist Temple. Di Buddhist Temple kami hanya sebentar karena tempatnya masih direnovasi lalu kembali lagi ke Fountain of Wealth sebagai patokan, dan memilih jalan lurus kedepan melewati Labyrinth, mini golf, ada juga Toba Café lalu berhenti di Pearl of lake Toba. Kemudian singgah ke AgroMart. 

Memasuki AgroMart aroma teh dan kopi menyeruak dari dalam ruangan, dipenciuman terasa hangat. Bahkan kita bisa mencicipi teh dan kopi di ujung ruangan. Aroma teh dan kopi yang kuat itu berasal juga dari belakang AgroMart karena disitulah proses pembuatan teh dan kopi berlangsung.
          Didalam AgroMart juga dijual beberapa buah-buahan dari kebun di kawasan Simalem. Kita juga bisa memilih buah-buahan organik dan segar untuk di jus dan di minum sari buahnya di café  didalam AgroMart.
          

                              Saat setelah keluar dari AgroMart

        Perjalanan berlanjut ke One Tree Hill, sebuah bukit hanya dengan satu pohon tertanam dipuncaknya. Melihat one tree hill mengingatkan aku dengan novel “Kana di Negeri Kiwi”  cerita didalam novel itu, kita juga menemukan One Tree Hill di Auckland , Selandia Baru. One Tree Hill (Maungakiekie)  di Auckland konon tempat itu memiliki nilai historis bagi orang Maori. Maungakiekie, artinya bukit anggur kiekie, merupakan rumah bagi salah satu pemukiman suku Maori terbesar di Selandia Baru dan mencakup tiga situs pa (benteng bukit). Masyarakat masa lampau membuat terasering besar-besaran di bukit itu, dan merupakan benteng olah bumi prasejarah terbesar di dunia. 
Maungakieie yang mengagumkan merupakan arena rekreasi yang luas bagi warga Auckland sekaligus para pengunjung - dengan jalur pejalan kaki, hamparan hutan, area piknik, serta kandang domba dan ternak, ada perasaan damai seperti di desa berada di ceruk dalam kota ini. Begitulah sekilas ingatanku untuk novel “Kana di Negeri Kiwi”, buku itu benar-benar mempesona. Melihat pemandangan di One Tree Hill membuatku seolah-olah merasa seperti Dejavu (sesuatu hal yang  pernah aku lihat padahal aku belum pernah melihatnya) mungkin pengaruh dari membaca novel itu.

Di One tree Hill pemandangannya jauh lebih indah karena dapat melihat seluruh pemandangan bahkan dapat melihat  dengan jelas Danau Toba. Karena kawasan ini juga merupakan tanah lapang dan tempatnya sangat tinggi, banyak angin yang berhembus kearah kami. Bahkan suatu waktu angin itu juga membawa pasir yang bisa membuat mata kelilipan karena terkena pasir yang dibawa angin. Ya ampun aku juga baru pertama kali melihat pasir yang bergerak begitu besar saat angin kencang mulai datang.
Dari One Tree Hill perjalanan berlanjut lagi ke Flower Nursery. Menuju Flower nursery, kami lagi-lagi melewati Fountain of Wealth, lalu berhenti sebentar untuk mengabadikan foto di air mancur yang terasa dingin jika airnya terkena ke badan tanpa sengaja. 

Memasuki Flower Nursery sebagai tempat pembibitan bunga. Ada beberapa bunga yang aku temui seperti bunga geranium untuk pengusir nyamuk, bunga terompet dan ada beberapa bunga lainnya yang tidak aku kenal namanya. Selebihnya banyak daun-daun didalam pot, yang membuatku tertarik adalah daun didalam pot yang berwarna merah jambu, tertulis di papan namanya daun polkadot (rada-rada aneh nama daunnya). Rasanya mau aku bawa pulang sekalian pot sama papan namanya.
Bosan di Flower Nursery karena itu-itu saja yang dilihat. Kami berlanjut turun ke bawah menuju zona petualangan. Aku malah tidak terlalu tertarik dan terus berjalan menuju pinggiran sungai dan ada tempat-tempat kosong untuk piknik. Aku bisa melihat aliran sungai dan banyak bebatuan. Untuk sesaat aku berhenti dan menikmati pemandangan sekitar. Lalu berjalan lagi menuju Waterfall Lodge.

Hal yang paling aku suka adalah beristirahat di Villa Eucaliptus. Dari depan kita bisa melihat sungai yang mengalir dengan banyak bebatuan. 

Aku bisa bermain air dan menenggelamkan kakiku hanya sebatas mata kaki kedalam air yang sedingin es, kaki ini sepertinya bisa membeku. 

Ini sebutannya sama seperti “alam semula jadi”, maksudnya sesuatu yang benar-benar alami dan menyatu dengan alam. Di belakang villa ada juga air terjun yang indah, hati-hati berada di air terjun karena licin, bangku disampingnya juga licin, dan sepertinya aku betah berada di sini.  

2 komentar:

  1. Subhanallaaaah... Ceritanya keren! Selalu tentang travelling... Jadi iriiii...
    Aku jadi ingin travelling dan akan kutulis cerita seperti ini...

    Adefia Utami, bahasamu semakin bagus. Aku akan belajar banyak darimu.
    Proud of you.

    Salam Manis,
    Zyadah

    BalasHapus
  2. makasia Zyadah :)

    salam manis juga untuk Zyadah :)

    BalasHapus