Jadi
panitia dibidang humas saat green camp di Langkat. Ini pasti menyenangkan akan
banyak mengenal senior dan teman-teman baru.
Aku mendapatkan informasi dari temanku
yang juga panitia di humas kalau kami akan berangkat hari Sabtu jam tiga sore,
karena aku sekarang posisinya sebagai panitia maka harus datang lebih awal. Nah
aku datang sekitar jam delapan pagi.
Setelah membantu-bantu sedikit
menyiapkan data-data kelompok peserta, aku juga membantu panitia acara untuk
belanja di pasar, walau agak gerimis-gerimis pagi itu, ya harus tetap semangat.
Sekitar jam sepuluh aku sudah tidak
ada kerjaan lagi. Karena enggak tahu apa yang mau dikerjakan. Beruntung novel
shopaholic abroad karyanya Sophie Kinsella terbawa ditasku. Sambil menunggu
yang lainnya, aku membaca novel itu.
Di jam satu aku pamit karena sedikit
merasa bosan, sebenarnya aku ingin sekali pergi ke pendopo USU untuk
menyaksikan debat calon presiden USU. Tapi enggak jadi, aku malah memilih
jalan-jalan sendiri ke pintu tiga menikmati udara yang lembab karena siang hari
ini mendung dan ada sedikit rintik-rintik hujan, semuanya jadi terasa
menyenangkan. Aku melihat rusa di kebun
binatang USU dan air mancur. Puas jalan-jalan siang menunggu jam tiga, aku
memilih untuk makan siang. aku ambil kursi yang dekat dengan jendela luar,
supaya tetap bisa menikmati mendung yang
abu-abu di ujung langit dan udara yang terasa basah di penciuman. Memandangi
orang yang lalu lalang sebelum pesanan
datang.
Setelah makan siang, aku berencana kembali ke
sekret, eh malah jumpa kak Ima yang lagi sendirian duduk menunggu di halte
lintas usu tapi enggak naik bus USU. Cuaca masih mendung dan gerimis-gerimis
kecil, aku menyapa kak Ima dan kami sama-sama kembali ke Sekret. Ternyata kakak
itu baru saja kembali dari biro rektor, katanya ada surat-surat yang mau
diurus.
Di jam tiganya, sudah banyak peserta yang datang
dan kami berangkat di jam setengah lima sore, melenceng jauh dari jadwal jam
yang sudah ditentukan. Sebelum berangkat semua panitia berdoa dulu supaya
semuanya selamat di jalan.
Jalanan macet, ditambah lagi harus berhenti di
Kota Binjai untuk melaksanakan ibadah sholat Ashar jadi waktu perjalanan agak
lama. Saat menuju ke tempat tujuan, kami melewati banyak pohon-pohon sawit.
Saat itu suasana telah mahgrib, langit menjadi warna biru tua. Saat itu aku
berada di bus tiga. Ada sedikit perasaan khawatir dan takut karena kami seperti
memasuki kawasan hutan sawit, jalanan agak lika-liku. Tapi anehnya, kawasan
yang seperti hutan sawit itu masih ada terlihat rumah-rumah penduduk. Keadaan
sudah gelap saat kami sampai ditempat tujuan. Kami sampai sekitar jam delapan
malam.
Sampai sana kami menuju pendopo karena akan
diadakan pentas seni untuk peserta. Di sini mungkin aku sudah bebas tugas,
paling Cuma bantu-bantu dikit di panitia bidang lain. acara malam ini yang
punya panitia acara karena merekalah yang tahu susunan acaranya. Peserta sudah
dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka semua sudah duduk bergerombolan untuk
mendiskusikan pentas seni apa yang akan mereka tampilkan. Saat itu aku hanya
mengamati mereka dari belakang, sambil sesekali menyapa panitia yang lain.
setelah semua peserta selesai diskusi. Setiap kelompok akan menampilkan apa
saja yang bisa mereka tunjukkan. Ditengah hiruk-pikuk suasana pensi. Ada satu
panitia yang namanya Raffi, enggak sengaja ngobrol-ngobrol, eh ternyata dia
temannya sahabat kecilku Nina Annisa. Dulu itu aku punya teman kecil di Padang
Sidempuan namanya Nina, sudah hampir 12 tahun enggak pernah jumpa. Eh malah
jumpa Raffi yang sekarang teman sekelasnya Nina di Fakultas Kesehatan
Masyarakat.
Pensi yang ditampilkan peserta lucu-lucu. Memang
terkadang sesuatu yang dipersiapkan tergesa-gesa dan mendadak bisa jadi sangat
menghibur. Puas menyaksikan pensi, kami semua diarahkan untuk pergi ke belakang
pendopo karena akan ada acara api unggun di lapangan hijau.
Malam semakin larut, saat itu jam sudah
menunjukkan jam 12 malam saat acara api unggun. Aku melhat semua peserta juga
sudah lelah, tapi untungnya semua masih bersemangat. Apalagi ada mantra-mantra aneh yang diucapkan agar api unggun terus membara dan tentunya sudah disediakan
teh hangat untuk seluruh peserta oleh panitia konsumsi, maka berterima kasihlah sama panitia konsumsi.
Panitia maupun peserta mengelilingi api unggun,
suasananya menjadi hangat, kami saling berpegangan tangan. Acara api unggun ini
pertama-tama diisi dengan pemberian motivasi oleh senior-senior stambuk atas.
Setelah acara motivasi selesai, kami langsung merapat. Jam sudah menunjukkan
jam satu pagi, api unggunnya hampir habis. Gitar pun dimainkan lalu kami nyanyi
bersama. Teman disebelahku sudah mengantuk, tapi tetap bernyanyi walaupun lirik
yang kami nyanyikan agak salah. Tapi ini sangat menyenangkan.
Setelah
acara api unggun, panitia punya tugas untuk mengantar peserta ke ruang
istirahat. Mereka harus istirahat karena besok ada begitu banyak kegiatan yang
menanti para peserta. Nah, aku juga sudah lelah, mata ini rasanya sudah
ngantuk, butuh kasur untuk tidur, apalagi jam sudah menunjukkan jam setengah
dua pagi. Saat aku hendak mengambil barang-barangku di ruang panitia di
pendopo. Ada dua senior yang duduk-duduk pas ditengah jalan, aku kenal sama
senior itu. mereka adalah K’ Ima dan B’Gantara. Dua senior yang kukenal saat
rapat kepanitian di sekret sebelum acara ini berlangsung.
Awalnya dua seniorku ini menanyakan
bagaimana keadaanku, mungkin karena kerjaanku memang dari tadi mondar-mandir
enggak jelas, maklumlah aku kan panitia yang sebenarnya minim kerjaan. Menanggapi
pertanyaan itu, aku hanya tersenyum dan mengangkat jempol tanganku dan
bergabunglah aku bersama mereka berdua. Yang akhirnya kami bertiga ngobrol
sampai jam 4 pagi di ditengah-tengah jalan yang sunyi tanpa alas duduk dan
batu-batu kerikil yang kami duduki terasa dingin. Aku melihat semua panitia
lainnya juga tidak tidur soalnya mereka rapat untuk besok, setelah rapat itu
selesai mereka malah nyanyi-nyanyi ditengah pagi-pagi buta. Sementara enggak
ada yang memperhatikan kami bertiga ditengah jalan. Lalu apa yang kami bertiga
bicarakan? Pastinya banyak hal. Aku pikir dua seniorku ini banyak
pengetahuannya, apalagi yang menyangkut tentang filsafat, bahasanya benar-benar
dalam. Pokoknya kerenlah mereka berdua, aku jadi tahu banyak hal. Kami juga
membicarakan tentang iluminati, diskusi tentang imajinasi yang membuatku sadar
kalau deskripsi itu amat penting. Tentang payung teduh dan bagaimana seharusnya
menikmati perjalanan.
Pagi itu bersama dua seniorku, aku
melihat bulan bersinar cerah, walaupun tidak ada bintang karena tertutup awan
dilangit sana. Tapi bulan yang kulihat adalah bulan terindah dipukul 4 pagi. Suasana
yang dingin, lembabnya udara dan
nyanyian samar-samar dari panitia lain di pendopo seakan-akan memperdalam
suasana, indah sekali, inspirasi serasa terus datang membanjiri isi kepalaku.
Aku kembali ke ruangan untuk istirahat
jam 4 lewat 15 menit dan lucunya, aku baru tidur 15 menit sudah dibangunin,
karena semua panitia harus bangun di jam setengah lima pagi. Aku malah
dipindahkan ke ruangan lainnya dan aku begitu bersyukur karena setelah
dipindahkan keruangan berikutnya. Aku malah menemukan kasur, asyiiik…
Matahari bersinar cerah, aku terbangun
saat mendengar suara-suara berisik dari luar jendela. Didalam ruangan cuma ada aku sendiri. Aku yakin panitia yang
lain sudah berada di luar. Ternyata yang berisik-berisik itu peserta yang pada
senam pagi.Lalu kegiatan untukku hari ini adalah mandi pagi, sarapan pagi bersama panitia yang lain, melihat-lihat semua peserta yang pada mengikuti outbond. Nah, pada waktu semua peserta pada buat games mencari harta karun, aku malah memilih untuk tidur siang dan waktu yang lain pada perang-perangan air, aku malah kabur karena enggak mau basah. Acara berikutnya adalah Green Camp Award, inilah yang ditunggu-tunggu peserta karena banyak hadiah didalamnya dan acara ini ditutup dengan penanaman pohon. Dan inti dari Green Camp ini adalah tentang sahabat alam, pemimpin intelektual, dan dengan bersama kita bisa. Acara ini benar-benar asyik dan seru baik di kalangan peserta maupun panitianya. Kami jadi bisa saling mengenal satu sama lainnya dan benar-benar enjoy dengan isi acaranya sendiri. Setelah itu kami foto-foto bersama untuk kenang-kenangan terakhir acara ini. Dan terakhir pulang ke Medan. Walau bus yang aku tumpangi sempat beberapa kali mogok tapi kami semua pulang dengan selamat.