Amour

Amour
La voix de mon coeur t'appelle, c'est ma plume qui te l'écrit et mon coeur qui te le dit

Sabtu, 17 Mei 2014

Green Camp



        Jadi panitia dibidang humas saat green camp di Langkat. Ini pasti menyenangkan akan banyak mengenal senior dan teman-teman baru.
        Aku mendapatkan informasi dari temanku yang juga panitia di humas kalau kami akan berangkat hari Sabtu jam tiga sore, karena aku sekarang posisinya sebagai panitia maka harus datang lebih awal. Nah aku datang sekitar jam delapan pagi.
        Setelah membantu-bantu sedikit menyiapkan data-data kelompok peserta, aku juga membantu panitia acara untuk belanja di pasar, walau agak gerimis-gerimis pagi itu, ya harus tetap semangat.
        Sekitar jam sepuluh aku sudah tidak ada kerjaan lagi. Karena enggak tahu apa yang mau dikerjakan. Beruntung novel shopaholic abroad karyanya Sophie Kinsella terbawa ditasku. Sambil menunggu yang lainnya, aku membaca novel itu.
      Di jam satu aku pamit karena sedikit merasa bosan, sebenarnya aku ingin sekali pergi ke pendopo USU untuk menyaksikan debat calon presiden USU. Tapi enggak jadi, aku malah memilih jalan-jalan sendiri ke pintu tiga menikmati udara yang lembab karena siang hari ini mendung dan ada sedikit rintik-rintik hujan, semuanya jadi terasa menyenangkan. Aku melihat rusa  di kebun binatang USU dan air mancur. Puas jalan-jalan siang menunggu jam tiga, aku memilih untuk makan siang. aku ambil kursi yang dekat dengan jendela luar, supaya tetap bisa  menikmati mendung yang abu-abu di ujung langit dan udara yang terasa basah di penciuman. Memandangi orang yang lalu lalang  sebelum pesanan datang. 

      Setelah makan siang, aku berencana kembali ke sekret, eh malah jumpa kak Ima yang lagi sendirian duduk menunggu di halte lintas usu tapi enggak naik bus USU. Cuaca masih mendung dan gerimis-gerimis kecil, aku menyapa kak Ima dan kami sama-sama kembali ke Sekret. Ternyata kakak itu baru saja kembali dari biro rektor, katanya ada surat-surat yang mau diurus.  

           
Di jam tiganya, sudah banyak peserta yang datang dan kami berangkat di jam setengah lima sore, melenceng jauh dari jadwal jam yang sudah ditentukan. Sebelum berangkat semua panitia berdoa dulu supaya semuanya selamat di jalan. 



    Jalanan macet, ditambah lagi harus berhenti di Kota Binjai untuk melaksanakan ibadah sholat Ashar jadi waktu perjalanan agak lama. Saat menuju ke tempat tujuan, kami melewati banyak pohon-pohon sawit. Saat itu suasana telah mahgrib, langit menjadi warna biru tua. Saat itu aku berada di bus tiga. Ada sedikit perasaan khawatir dan takut karena kami seperti memasuki kawasan hutan sawit, jalanan agak lika-liku. Tapi anehnya, kawasan yang seperti hutan sawit itu masih ada terlihat rumah-rumah penduduk. Keadaan sudah gelap saat kami sampai ditempat tujuan. Kami sampai sekitar jam delapan malam.


          
      Sampai sana kami menuju pendopo karena akan diadakan pentas seni untuk peserta. Di sini mungkin aku sudah bebas tugas, paling Cuma bantu-bantu dikit di panitia bidang lain. acara malam ini yang punya panitia acara karena merekalah yang tahu susunan acaranya. Peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka semua sudah duduk bergerombolan untuk mendiskusikan pentas seni apa yang akan mereka tampilkan. Saat itu aku hanya mengamati mereka dari belakang, sambil sesekali menyapa panitia yang lain. setelah semua peserta selesai diskusi. Setiap kelompok akan menampilkan apa saja yang bisa mereka tunjukkan. Ditengah hiruk-pikuk suasana pensi. Ada satu panitia yang namanya Raffi, enggak sengaja ngobrol-ngobrol, eh ternyata dia temannya sahabat kecilku Nina Annisa. Dulu itu aku punya teman kecil di Padang Sidempuan namanya Nina, sudah hampir 12 tahun enggak pernah jumpa. Eh malah jumpa Raffi yang sekarang teman sekelasnya Nina di Fakultas Kesehatan Masyarakat.

   Pensi yang ditampilkan peserta lucu-lucu. Memang terkadang sesuatu yang dipersiapkan tergesa-gesa dan mendadak bisa jadi sangat menghibur. Puas menyaksikan pensi, kami semua diarahkan untuk pergi ke belakang pendopo karena akan ada acara api unggun di lapangan hijau.


            
         Malam semakin larut, saat itu jam sudah menunjukkan jam 12 malam saat acara api unggun. Aku melhat semua peserta juga sudah lelah, tapi untungnya semua masih bersemangat. Apalagi ada mantra-mantra aneh yang diucapkan agar api unggun terus membara dan tentunya sudah disediakan teh hangat untuk seluruh peserta oleh panitia konsumsi, maka berterima kasihlah sama panitia konsumsi. 

         Panitia maupun peserta mengelilingi api unggun, suasananya menjadi hangat, kami saling berpegangan tangan. Acara api unggun ini pertama-tama diisi dengan pemberian motivasi oleh senior-senior stambuk atas. Setelah acara motivasi selesai, kami langsung merapat. Jam sudah menunjukkan jam satu pagi, api unggunnya hampir habis. Gitar pun dimainkan lalu kami nyanyi bersama. Teman disebelahku sudah mengantuk, tapi tetap bernyanyi walaupun lirik yang kami nyanyikan agak salah. Tapi ini sangat menyenangkan.



 
      Setelah acara api unggun, panitia punya tugas untuk mengantar peserta ke ruang istirahat. Mereka harus istirahat karena besok ada begitu banyak kegiatan yang menanti para peserta. Nah, aku juga sudah lelah, mata ini rasanya sudah ngantuk, butuh kasur untuk tidur, apalagi jam sudah menunjukkan jam setengah dua pagi. Saat aku hendak mengambil barang-barangku di ruang panitia di pendopo. Ada dua senior yang duduk-duduk pas ditengah jalan, aku kenal sama senior itu. mereka adalah K’ Ima dan B’Gantara. Dua senior yang kukenal saat rapat kepanitian di sekret sebelum acara ini berlangsung.
    Awalnya dua seniorku ini menanyakan bagaimana keadaanku, mungkin karena kerjaanku memang dari tadi mondar-mandir enggak jelas, maklumlah aku kan panitia yang sebenarnya minim kerjaan. Menanggapi pertanyaan itu, aku hanya tersenyum dan mengangkat jempol tanganku dan bergabunglah aku bersama mereka berdua. Yang akhirnya kami bertiga ngobrol sampai jam 4 pagi di ditengah-tengah jalan yang sunyi tanpa alas duduk dan batu-batu kerikil yang kami duduki terasa dingin. Aku melihat semua panitia lainnya juga tidak tidur soalnya mereka rapat untuk besok, setelah rapat itu selesai mereka malah nyanyi-nyanyi ditengah pagi-pagi buta. Sementara enggak ada yang memperhatikan kami bertiga ditengah jalan. Lalu apa yang kami bertiga bicarakan? Pastinya banyak hal. Aku pikir dua seniorku ini banyak pengetahuannya, apalagi yang menyangkut tentang filsafat, bahasanya benar-benar dalam. Pokoknya kerenlah mereka berdua, aku jadi tahu banyak hal. Kami juga membicarakan tentang iluminati, diskusi tentang imajinasi yang membuatku sadar kalau deskripsi itu amat penting. Tentang payung teduh dan bagaimana seharusnya menikmati perjalanan.
       Pagi itu bersama dua seniorku, aku melihat bulan bersinar cerah, walaupun tidak ada bintang karena tertutup awan dilangit sana. Tapi bulan yang kulihat adalah bulan terindah dipukul 4 pagi. Suasana yang dingin, lembabnya udara  dan nyanyian samar-samar dari panitia lain di pendopo seakan-akan memperdalam suasana, indah sekali, inspirasi serasa terus datang membanjiri isi kepalaku.
        Aku kembali ke ruangan untuk istirahat jam 4 lewat 15 menit dan lucunya, aku baru tidur 15 menit sudah dibangunin, karena semua panitia harus bangun di jam setengah lima pagi. Aku malah dipindahkan ke ruangan lainnya dan aku begitu bersyukur karena setelah dipindahkan keruangan berikutnya. Aku malah menemukan kasur, asyiiik…
       Matahari bersinar cerah, aku terbangun saat mendengar suara-suara berisik dari luar jendela. Didalam ruangan  cuma ada aku sendiri. Aku yakin panitia yang lain sudah berada di luar. Ternyata yang berisik-berisik itu peserta yang pada senam pagi.
         
       Lalu  kegiatan untukku hari ini adalah mandi pagi, sarapan pagi bersama panitia yang lain, melihat-lihat semua peserta yang pada mengikuti outbond. Nah, pada waktu semua peserta pada buat games mencari harta karun, aku malah memilih untuk tidur siang dan waktu yang lain pada perang-perangan air, aku malah kabur karena enggak mau basah. Acara berikutnya adalah Green Camp Award, inilah yang ditunggu-tunggu peserta karena banyak hadiah didalamnya dan acara ini ditutup dengan penanaman pohon. Dan inti dari Green Camp ini adalah tentang sahabat alam, pemimpin intelektual, dan dengan bersama kita bisa. Acara ini benar-benar asyik dan seru baik di kalangan peserta maupun panitianya. Kami jadi bisa saling mengenal satu sama lainnya dan benar-benar enjoy dengan isi acaranya sendiri. Setelah itu kami foto-foto bersama untuk kenang-kenangan terakhir acara ini. Dan terakhir pulang ke Medan. Walau bus yang aku tumpangi sempat beberapa kali mogok  tapi kami semua pulang dengan selamat.