Masa putih abu-abu yang kini hanya bisa kukenang
Sejenak aku memandangi foto-foto lama kita. Ingatanku pun beranjak pergi kemasa silam. Saat di mana banyak peristiwa dan kenangan yang pernah kita buat bersama-sama. Dimasa itu ada keceriaan, tawa, rasa bahagia, suka cita namun ada pula keharuan dan kesedihan. Kadang-kadang itu bercampur-campur menjadi satu. Kawan, aku rasa kisah kita bagaikan sebuah buku dan kitalah yang menjadi tokoh utamanya. Tak hanya kita yang ada didalam cerita itu. Ada pula cerita tentang guru-guru kesangan kita, kisah cinta kita dan sekolah tempat kita belajar yang menjadi sanksi bisu lahirnya cerita kita disana, yang hanya bisa kita kenang sekarang.
Memandangi foto-foto kalian, membuatku berpikir.
Mungkinkah aku bisa kembali ke masa lalu dan meminta satu jam saja agar bisa
bersama kalian lagi? Kemasa saat kita masih berpakaian putih abu-abu.
Saat kita kembali ke kelas, mengulang
kembali pelajaran-pelajaran yang kita suka atau yang tidak kita suka,
berolahraga bersama dan merasakan panas mentari, saat kita sama-sama istirahat,
sholat berjamaah dan terkadang makan bersama-sama dikelas.
Aku ingin meminta satu jam saja saat kita
duduk bersama-sama mengerjakan soal-soal ujian. Satu jam saja saat kita
menonton sama-sama didalam kelas dan merasakan rebutan TV dengan kelas sebelah.
Satu jam saja saat kita merangkai bunga bersama walaupun terkadang teman-teman
cowok sering mengeluh. Satu jam saja saat kita membaca Al-Quran
bersama-sama. Satu jam saja saat kita saling tertawa mendengar humor teman kita
atau tertawa bersama saat memulai permainan di pelajaran bahasa arab. Satu jam
saja saat kita tertawa saling menjodoh-jodohkan teman sendiri. Satu jam saja
saat kita berjalan-jalan di pasar tradisional untuk pelajaran sosiologi.
Satu jam saja saat kita bernyanyi sama-sama dikelas kesenian, dan satu
jam aku ingin merasakan saat kita sama-sama panik karena hantu dikelas kita
terphoto.
Andai waktu bisa terulang kembali,
rasanya aku ingin kembali dan memeluk lagi kenangan-kenangan itu. Tapi kawan,
aku tahu itu tidak akan mungkin terjadi. Aku percayakan pada sang waktu untuk
menyimpan cerita bahwa dulu kita pernah bertemu, berkumpul bersama hingga kini
dipisahkan kembali oleh waktu.
Kawan, dimana pun kita berada nantinya. kenangan itu masih ada dan tertinggal dalam relung hati kita masing-masing.Saat masih ada Arina sebelum dia pindah sekolah. Ini saat perlombaan debat bahasa Inggris. Miss You Arina… sepi tanpamu dikelas
Foto di saat-saat terakhir kita dan senang bisa mengenal kalian....
.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar