Pertama-tama banyak
yang nanya’in, Ade gimana sih pengalamannya di Jakarta? Bagi-bagi cerita lha? Kok bisa sih? Biasanya aku bakalan cerita ke
mereka yang pada nanya’ . tapi ada baiknya kalau aku tulis aja pengalaman itu. Ntar
kalau ada yang nanya’ lagi. Tinggal aku suruh aja baca tulisan ini :)
Begini
lho kawan- kawan, awalnya aku juga enggak percaya masuk nominasi suatu
perlombaan menulis cerita remaja islami tingkat nasional yang diselanggarakan
oleh Kementerian Agama. Nah, karena udah masuk nominasi aku bakalan menghabiskan waktu selama seminggu
di Jakarta. Ibarat sambil menyelam minum air, itulah yang aku lakukan. Sambil
presentasi novel pertamaku ya sekalian jalan-jalan dan menikmati kota Jakarta
yang begitu menawan hatiku.
Bandara
Soekarno Hatta. Sempat-sempatin Foto dulu sama peserta lainnya. Siang itu sekitar jam satu, cuaca ibukota
cukup panas. Tapi aku benar-benar menikmati perjalanan ini.
Dari bandara, perjalanan selanjutnya adalah check in di Hotel Cempaka Putih. Suasana hotel terlihat ramai karena ada peserta lainnya yang juga datang dari berbagai kota di Indonesia. Kebetulan aku sekamar dengan Kak Ayu dan juga Mutia karena kami peserta dari Provinsi yang sama. Aku bahagia sekali karena punya teman satu kamar yang cocok. Kami mendapat kamar di lantai 6. Dari atas kamar aku bisa melihat pemandangan seluruh kota Jakarta.
Dari bandara, perjalanan selanjutnya adalah check in di Hotel Cempaka Putih. Suasana hotel terlihat ramai karena ada peserta lainnya yang juga datang dari berbagai kota di Indonesia. Kebetulan aku sekamar dengan Kak Ayu dan juga Mutia karena kami peserta dari Provinsi yang sama. Aku bahagia sekali karena punya teman satu kamar yang cocok. Kami mendapat kamar di lantai 6. Dari atas kamar aku bisa melihat pemandangan seluruh kota Jakarta.
Perjalanan
dari Medan ke Jakarta selama 2 jam cukup melelahkan. Tempat tidur jadi sasaran
pertamaku dan rasanya nyaman sekali saat merebahkan badan. Tapi kami enggak
boleh istirahat sebelum makan siang.
Tak
ingin menyia-nyiakan waktu. Kami keluar untuk makan siang beserta rombongan
yang lainnya. Selesai makan siang. Saat yang lainnya pergi ke kamar untuk
beristirahat. Aku dan Mutia malah enggak
balik ke kamar, kami keluar hotel dan
menyusuri jalanan kota Jakarta yang tak jauh-jauh dari hotel. Hingga akhirnya
ketemulah banyak kios yang menjual banyak majalah. Kami singgah sebentar
setelah itu mengunjungi kios lainnya. Tak terasa sampai hotel sudah sore. Kak
Ayu asyik nih ngadem di kamar, diluar jalanan puanaaas. Itu akibat saking
semangatnya jalan-jalan, walaupun panas tetap diterjang aja. Bukannya istirahat
malah keluyuran. Terakhir aku sendiri yang nanggung akibatnya. Caaaapek, mau istirahat udah enggak bisa lagi karena
harus mandi sore dan setelah itu harus pergi ke Aula lantai 2 hotel untuk technical
meeting dengan
peserta lainnya.
Nah
ini suasana saat technikal meeting. yang duduk paling depan memakai jilbab
hitam itu Mutia, sementara yang pakai jilbab putih itu kak Ayu. Di depan mereka
itulah naskah-naskah yang akan kami pelajari ulang.
Selesai
technikal meeting sekitar jam 10 malam. cukup lama menurutku karena banyak
sekali yang dibicarakan mulai dari seperti apa ketentuan saat Presentasi,
penilaian yang harus diperhatikan dan panitia harus menjawab
pertanyaan-pertanyaan dari guru-guru pembimbing.
Keluar
dari aula, kami lantas tak langsung kekamar karena di depan aula sudah
disiapkan panitia teh hangat dan kue-kue. Mereka meletakkannya di meja panjang.
Melihat begitu banyak aku sampai bingung mau ngambil yang mana. Nah, Di
kesempatan inilah kami bisa mengobrol secara bebas dengan peserta dari
kota-kota lainnya dan bisa berinteraksi secara langsung dengan jurinya.
Kami
sampai kamar sekitar jam 11 malam, melelahkan sekali, rasanya aku ingin
langsung merebahkan badan tapi mengingat apa yang akan kami hadapi besok membuatku
enggan untuk tidur. Begitu juga dengan kak ayu dan Mutia, aku tahu mereka juga merasa takut untuk
presentasi besok. Beban yang kami pegang begitu berat, kami mewakili sekolah
masing-masing dan sama-sama mewakili Provinsi sumatera Utara. Secara nyatanya
kami adalah saingan, tapi aku begitu bersyukur walaupun begitu, kami sama-sama mendukung.
Malam
itu kami berjanji untuk sama-sama latihan. Di kamar ada tiga kaca yang cukup
besar. Kami membagi ruangan untuk latihan presentasi. Melelahkan sekali, kami latihan 4 jam malam itu. Kami harus
menghitung waktu yang disediakan panitia dan mencocokkannya dengan sinopsis
cerita yang kami punya ditambah hal-hal penting lainnya di dalam presentasi.
Aku sudah berlatih di rumah lumayan keras untuk presentasi novelku saat masih
di Medan tapi setelah technikal meeting, aku harus mengubah beberapa bagian
dari sinopsis yg terlalu panjang sementara waktu yang diberikan sangat sedikit.
Pukul 3 pagi aku masih latihan di kaca kamar
mandi dengan naskah novelku dan
berlembar-lembar coretan. Badanku rasanya mau remuk, aku sudah tidak mendengar
lagi suara Kak ayu dan Mutia diluar. Aku
rasa mereka sudah kelelahan dan tertidur.
Sebelum aku bergabung tidur dengan mereka, aku hanya menatap cermin di
hadapanku dan berkata untuk memotivasi diri sendiri kalau ‘Semua akan baik-baik
saja dan hanya perlu melakukan yang terbaik!’. Dari Jendela kamar yang besar aku
bisa lihat kota Jakarta sangat gelap yang diterangi lampu-lampu rumah-rumah
penduduk. Hingga akhirnya aku bergabung tidur dengan kak Ayu dan Mutia. Mereka juga
terlihat kelelahan.
Foto-foto dulu sebelum
turun ke bawah. “Walau tidur hanya 2 setengah jam. harus tetap semangat!!!”
Makan pagi sebelum Presentasi. Daripada stress ya nikmati ajalah :D
Suasana
sebelum Presentasi. Aku tidak menyangka, ternyata enggak Cuma peserta, guru
pembimbing dan juri aja yang ada di ruangan tempat kami presentasi tapi
anak-anak dari sekolah lain juga diundang. Karena ramai membuat jantungku 2
kali berdetak lebih cepat, aku gugup.
Rasa
gugup itu akhirnya bisa diatasi dengan mengingat kembali kalau samuanya akan
baik-baik aja, aku hanya perlu melakukan yang terbaik. Aku begitu menguasai
naskahku saat itu. Walaupun harus mengubah beberapa bagian dari sinopsis
cerita, setelah latihan semuanya sudah tidak jadi masalah.
Aku
mendapat Urutan Nomor 6 untuk maju Presentasi. Awalnya saat maju ke podium dan
melihat begitu banyak orang, aku sedikit takut. Tapi setelah memulai berbicara
beberapa kalimat keberanianku muncul dan aku merasa sangat bahagia. Aku
mempresentasikan novelku. Judulnya Seek and dream Come True. Yang menceritakan
pencarian dan penemuan jati diri yang pelik dan dramatis. Seorang remaja yang
mencari keberadaan ibunya di Paris diwarnai dengan semangat pantang menyerah,
persahabatan, cinta terhadap orang tua dan sesama. Aku memberanikan diri
mengembangkan imajinasi untuk memasuki wilayah cerita yang luas dan mempelajari
bahasa Prancis walaupun untuk kepentingan naskah saja. Saat itu usiaku masih 15
tahun dan masih duduk di bangku SMP.
Waahahahahahah…
bener-bener enggak nyangka. Naskahku diumumkan menjadi yang terbaik dan namaku
di panggil karena mendapatkan juara pertama.. Asyiiiiikkkk… Pialanya langsung
diserahkan sama Pak Menteri Agama. Saat itu yang menjabat Bapak Menteri
Muhammad M Basyuni. Itu moment-moment yang luar biasa untukku.
Setelah
menerima penghargaan, kami bersama seluruh rombongan di ajak untuk
keliling-keliling kota Jakarta. Dan memilih Taman Mini Indonesia Indah untuk
tujuan perjalanan.
Taman
Mini Indonesia Indah begitu lebar liat aja petanya. Kaki ini rasanya udah
enggak sanggup lagi jalan. Akhirnya kami memilih satu tempat aja buat
dieksplor. Dan terpilihlah Snowbay yang lokasinya masih di dalam Taman Mini …
horeeee… horeeee main air… :D
Aku,
mutia dan teman lainnya memilih Snowbay waterpark. Kami Berkeliling
untuk menikmati wahana SnowBay. Indah sekali di dalamnya dengan suasana pegunungan bersalju artistik (kerennya kebangetan) karena tidak dipungut biaya untuk pemakaian
ban jadi kami main sepuasnya. Ini
benar-benar pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Kami bermain-main di
wahana dari siang sampai malam. karena
itulah kami di tinggali rombongan karena terlalu lama, terakhir pulangnya naik
taksi. Ya walaupun gitu kami puas main airnya…. Hohohohho :D
Kawan-kawan,
tak berhenti di Snowbay, perjalanan kami besok paginya berlanjut ke Depok
tepatnya di mesjid kubah emas. Walaupun agak panas , udara pagi hari di sana
sekitar jam 10 lumayan sejuk. Bangunan mesjidnya
keren. Kata mas-mas penjaganya kalau seluruh kubah dilapisi emas setebal 2
sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Aku tak henti-hentinya terkagum-kagum. Sebenarnya
kami berkunjung sekalian melaksanakan ibadah tapi sayangnya belum bisa masuk
karena masih ada pembersihan di mesjidnya.
Tak
lama-lama di depok secepatnya kami harus balik. Setelah puas menikmati
pemandangan dan udah lelah berfoto-foto ya kami pulang.
Ditengah
perjalanan balik, dari dalam taksi udara Jakarta siang itu cukup panas . saat
kami melewati bundaran Hotel Indonesia ada orang-orang yang pada demonstrasi. Ini menarik untukku karena
baru pertama kali saat itu aku melihat
demontrasi.
Okedeh perjalanan
hampir seminggu di Jakarta sudah berakhir, ini foto terakhir di bandara
soekarno- Hatta sebelum pulang ke medan.
Sekian dulu ceritanya… :D
Sekian dulu ceritanya… :D
Ini nih bentuk
novelnya. Suatu hari aku pasti buat cerita dengan tema yang sama tapi dengan
adegan dan alur cerita yang berbeda.
Aku harus selesaikan dulu apa yang menjadi
kewajiban yang harus aku lakukan. Suatu hari aku pasti menulis banyak hal tanpa
dibebani lagi dengan tugas-tugas atau ujian-ujian dan bebas merdeka !!!


