Amour

Amour
La voix de mon coeur t'appelle, c'est ma plume qui te l'écrit et mon coeur qui te le dit

Jumat, 14 Februari 2014

Jakarta Ceris 2009


Pertama-tama banyak yang nanya’in, Ade gimana sih pengalamannya di Jakarta? Bagi-bagi cerita lha?  Kok bisa sih? Biasanya aku bakalan cerita ke mereka yang pada nanya’ . tapi ada baiknya kalau aku tulis aja pengalaman itu. Ntar kalau ada yang nanya’ lagi. Tinggal aku suruh aja baca tulisan ini :)
Begini lho kawan- kawan, awalnya aku juga enggak percaya masuk nominasi suatu perlombaan menulis cerita remaja islami tingkat nasional yang diselanggarakan oleh Kementerian Agama. Nah, karena udah masuk nominasi  aku bakalan menghabiskan waktu selama seminggu di Jakarta. Ibarat sambil menyelam minum air, itulah yang aku lakukan. Sambil presentasi novel pertamaku ya sekalian jalan-jalan dan menikmati kota Jakarta yang begitu menawan hatiku.


Bandara Soekarno Hatta. Sempat-sempatin Foto dulu sama peserta lainnya.  Siang itu sekitar jam satu, cuaca ibukota cukup panas. Tapi aku benar-benar menikmati perjalanan ini.
Dari bandara, perjalanan selanjutnya adalah check in di Hotel Cempaka Putih. Suasana hotel terlihat ramai karena ada peserta lainnya yang juga datang dari berbagai kota di Indonesia. Kebetulan aku sekamar dengan Kak Ayu dan juga Mutia karena kami peserta dari Provinsi yang sama. Aku bahagia sekali karena  punya teman satu kamar yang cocok. Kami mendapat kamar di lantai 6. Dari atas kamar aku bisa melihat pemandangan seluruh kota Jakarta.
Perjalanan dari Medan ke Jakarta selama 2 jam cukup melelahkan. Tempat tidur jadi sasaran pertamaku dan rasanya nyaman sekali saat merebahkan badan. Tapi kami enggak boleh istirahat sebelum makan siang.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu. Kami keluar untuk makan siang beserta rombongan yang lainnya.  Selesai makan siang.  Saat yang lainnya pergi ke kamar untuk beristirahat. Aku dan Mutia malah  enggak balik ke kamar, kami  keluar hotel dan menyusuri jalanan kota Jakarta yang tak jauh-jauh dari hotel. Hingga akhirnya ketemulah banyak kios yang menjual banyak majalah. Kami singgah sebentar setelah itu mengunjungi kios lainnya. Tak terasa sampai hotel sudah sore. Kak Ayu asyik nih ngadem di kamar, diluar jalanan puanaaas. Itu akibat saking semangatnya jalan-jalan, walaupun panas tetap diterjang aja. Bukannya istirahat malah keluyuran. Terakhir aku sendiri yang nanggung akibatnya. Caaaapek,  mau istirahat udah enggak bisa lagi karena harus mandi sore dan setelah itu harus pergi ke Aula lantai 2 hotel untuk technical meeting  dengan peserta lainnya.


Nah ini suasana saat technikal meeting. yang duduk paling depan memakai jilbab hitam itu Mutia, sementara yang pakai jilbab putih itu kak Ayu. Di depan mereka itulah naskah-naskah yang akan kami pelajari ulang.
Selesai technikal meeting sekitar jam 10 malam. cukup lama menurutku karena banyak sekali yang dibicarakan mulai dari seperti apa ketentuan saat Presentasi, penilaian yang harus diperhatikan dan panitia harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru-guru pembimbing.
Keluar dari aula, kami lantas tak langsung kekamar karena di depan aula sudah disiapkan panitia teh hangat dan kue-kue. Mereka meletakkannya di meja panjang. Melihat begitu banyak aku sampai bingung mau ngambil yang mana. Nah, Di kesempatan inilah kami bisa mengobrol secara bebas dengan peserta dari kota-kota lainnya dan bisa berinteraksi secara langsung dengan jurinya.
Kami sampai kamar sekitar jam 11 malam, melelahkan sekali, rasanya aku ingin langsung merebahkan badan tapi mengingat apa yang akan kami hadapi besok membuatku enggan untuk tidur. Begitu juga dengan kak ayu dan  Mutia, aku tahu mereka juga merasa takut untuk presentasi besok. Beban yang kami pegang begitu berat, kami mewakili sekolah masing-masing dan sama-sama mewakili Provinsi sumatera Utara. Secara nyatanya kami adalah saingan, tapi aku begitu bersyukur walaupun begitu,  kami sama-sama mendukung.
Malam itu kami berjanji untuk sama-sama latihan. Di kamar ada tiga kaca yang cukup besar. Kami membagi ruangan untuk latihan presentasi. Melelahkan sekali,  kami latihan 4 jam malam itu. Kami harus menghitung waktu yang disediakan panitia dan mencocokkannya dengan sinopsis cerita yang kami punya ditambah hal-hal penting lainnya di dalam presentasi. Aku sudah berlatih di rumah lumayan keras untuk presentasi novelku saat masih di Medan tapi setelah technikal meeting, aku harus mengubah beberapa bagian dari sinopsis yg terlalu panjang sementara waktu yang diberikan sangat sedikit.
 Pukul 3 pagi aku masih latihan di kaca kamar mandi  dengan naskah novelku dan berlembar-lembar coretan. Badanku rasanya mau remuk, aku sudah tidak mendengar lagi  suara Kak ayu dan Mutia diluar. Aku rasa mereka sudah kelelahan dan tertidur.  Sebelum aku bergabung tidur dengan mereka, aku hanya menatap cermin di hadapanku dan berkata untuk memotivasi diri sendiri kalau ‘Semua akan baik-baik saja dan hanya perlu melakukan yang terbaik!’. Dari Jendela kamar yang besar aku bisa lihat kota Jakarta sangat gelap yang diterangi lampu-lampu rumah-rumah penduduk. Hingga akhirnya aku bergabung tidur dengan kak Ayu dan Mutia. Mereka juga terlihat kelelahan.


Foto-foto dulu sebelum turun ke bawah. “Walau tidur hanya 2 setengah jam. harus tetap semangat!!!”

Makan pagi sebelum Presentasi. Daripada stress ya nikmati ajalah :D




Suasana sebelum Presentasi. Aku tidak menyangka, ternyata enggak Cuma peserta, guru pembimbing dan juri aja yang ada di ruangan tempat kami presentasi tapi anak-anak dari sekolah lain juga diundang. Karena ramai membuat jantungku 2 kali berdetak lebih cepat, aku gugup.
Rasa gugup itu akhirnya bisa diatasi dengan mengingat kembali kalau samuanya akan baik-baik aja, aku hanya perlu melakukan yang terbaik. Aku begitu menguasai naskahku saat itu. Walaupun harus mengubah beberapa bagian dari sinopsis cerita, setelah latihan semuanya sudah tidak jadi masalah.
Aku mendapat Urutan Nomor 6 untuk maju Presentasi. Awalnya saat maju ke podium dan melihat begitu banyak orang, aku sedikit takut. Tapi setelah memulai berbicara beberapa kalimat keberanianku muncul dan aku merasa sangat bahagia. Aku mempresentasikan novelku. Judulnya Seek and dream Come True. Yang menceritakan pencarian dan penemuan jati diri yang pelik dan dramatis. Seorang remaja yang mencari keberadaan ibunya di Paris diwarnai dengan semangat pantang menyerah, persahabatan, cinta terhadap orang tua dan sesama. Aku memberanikan diri mengembangkan imajinasi untuk memasuki wilayah cerita yang luas dan mempelajari bahasa Prancis walaupun untuk kepentingan naskah saja. Saat itu usiaku masih 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP.




Waahahahahahah… bener-bener enggak nyangka. Naskahku diumumkan menjadi yang terbaik dan namaku di panggil karena mendapatkan juara pertama.. Asyiiiiikkkk… Pialanya langsung diserahkan sama Pak Menteri Agama. Saat itu yang menjabat Bapak Menteri Muhammad M Basyuni. Itu moment-moment yang luar biasa untukku.

Setelah menerima penghargaan, kami bersama seluruh rombongan di ajak untuk keliling-keliling kota Jakarta. Dan memilih Taman Mini Indonesia Indah untuk tujuan perjalanan.

Taman Mini Indonesia Indah begitu lebar liat aja petanya. Kaki ini rasanya udah enggak sanggup lagi jalan. Akhirnya kami memilih satu tempat aja buat dieksplor. Dan terpilihlah Snowbay yang lokasinya masih di dalam Taman Mini … horeeee… horeeee main air… :D
Aku, mutia dan teman lainnya memilih Snowbay waterpark. Kami  Berkeliling untuk menikmati wahana SnowBay. Indah sekali di dalamnya dengan suasana pegunungan bersalju artistik (kerennya kebangetan)  karena tidak dipungut biaya untuk pemakaian ban jadi kami main sepuasnya.  Ini benar-benar pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Kami bermain-main di wahana  dari siang sampai malam. karena itulah kami di tinggali rombongan karena terlalu lama, terakhir pulangnya naik taksi. Ya walaupun gitu kami puas main airnya…. Hohohohho :D
Kawan-kawan, tak berhenti di Snowbay, perjalanan kami besok paginya berlanjut ke Depok tepatnya di mesjid kubah emas. Walaupun agak panas , udara pagi hari di sana sekitar jam 10 lumayan sejuk.  Bangunan mesjidnya keren. Kata mas-mas penjaganya kalau seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Aku tak henti-hentinya terkagum-kagum. Sebenarnya kami berkunjung sekalian melaksanakan ibadah tapi sayangnya belum bisa masuk karena masih ada pembersihan di mesjidnya.



Tak lama-lama di depok secepatnya kami harus balik. Setelah puas menikmati pemandangan dan udah lelah berfoto-foto ya kami pulang. 

Ditengah perjalanan balik, dari dalam taksi udara Jakarta siang itu cukup panas . saat kami melewati bundaran Hotel Indonesia ada orang-orang yang  pada demonstrasi. Ini menarik untukku karena baru pertama kali saat itu aku  melihat demontrasi.


Okedeh perjalanan hampir seminggu di Jakarta sudah berakhir, ini foto terakhir di bandara soekarno- Hatta sebelum pulang ke medan.
Sekian dulu ceritanya… :D






Ini nih bentuk novelnya. Suatu hari aku pasti buat cerita dengan tema yang sama tapi dengan adegan dan alur cerita yang berbeda.
Aku  harus selesaikan dulu apa yang menjadi kewajiban yang harus aku lakukan. Suatu hari aku pasti menulis banyak hal tanpa dibebani lagi dengan tugas-tugas atau ujian-ujian dan bebas merdeka !!!