Amour

Amour
La voix de mon coeur t'appelle, c'est ma plume qui te l'écrit et mon coeur qui te le dit

Senin, 19 Agustus 2013

Mimpi Sejuta Dollar "Merry Riana"

Merry Riana dengan Mimpi Sejuta Dollarnya telah banyak menginspirasi tentang arti dari kerja keras. Merry dalam bukunya mengatakan dengan jelas bagaimana pola pikir sangat berpengaruh terhadap lahirnya kekuatan ketika badai cobaan datang. kita bisa mundur, kalah, maju atau menang. penasaran dengan bukunya? baca dulu resensi yang udah aku buat :D

 
  Judul buku : Mimpi Sejuta Dolar  
  Penulis : Alberthiene Endah 
  Tebal : xiv + 368 halaman
  Terbit : September 2011 
  Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta     
  Harga :  Rp 63.000

                           Mimpi Sejuta Dolar
            Merry Riana harus mengubur mimpinya dalam-dalam untuk kuliah di Universitas Trisakti. Mimpi indahnya untuk kuliah dalam kondisi yang nyaman dan persiapan yang wajar ke Universitas Trisakti mendadak sirna dan porak-poranda, akibat peristiwa kerusuhan Mei 1998 yang memang menorehkan jejak luka batin yang mendalam bagi banyak kalangan, termasuk semua orang keturunan Tionghoa. Satu-satunya yang terbesit dibenak hampir semua orang keturunan Tionghoa saat itulah adalah menyelamatkan diri.
            Keadaan yang mencekam  itulah membuat kedua orangtua Merry nekat mengirim dia ke Singapura dengan uang pas-pasan, bahasa Inggris yang buruk serta berbekal uang pinjaman dari Development Bank of Singapore. Jumlah utang yang diberikan, jika ditotal mencapai sekitar 300 juta rupiah atau 40 ribu dolar Singapura dalam kurs saat itu. Dengan begitu tak ada pilihan Merry, dia harus meninggalkan tanah air dan zona aman hidupnya, lalu mengarungi beratnya masa proses perkuliahan di Nanyang Technologi University. Namun kepergian Merry ke Singapura adalah awal dari keberanian mengubah hidupnya.
            Saat kepergiannya, Merry hanya dapat menangis dalam pesawat, karena dia sadar akan ada ujian berat yang menantinya disana dan benar saja, saat setelah sampai di Singapura ada sebuah peringatan yang sangat jelas bahwa uang yang Merry miliki tak berarti banyak disana.
Pinjaman dari Development Bank of Singapore juga tidak mencukupi biaya hidup sepenuhnya. Merry mendapatkan uang saku yang diberikan setiap 6 bulan sekali sebesar 1500 dolar. Merry langsung berhitung dengan sangat cepat. Uang 1500 dolar dibagi 6 menjadi 250 dolar perbulan, biaya sewa asrama 180 dolar perbulan, sisa 70 dolar. Biaya buku. Fotokopi dan lain-lain bisa mencapai 30-50 dolar. Sisa sekitar 40 dolar. Dia benar-benar terpana, uang saku yang ada hanya 10 dolar seminggu untuk memberinya makan selama 7 hari. Dengan sangat keterbatasan dana, Merry harus bertahan menjalani proses perkuliahan yang berat dengan kondisi financial yang sangat mengkhawatirkan. Dia melewati hari-harinya dengan ketabahan luar biasa dan kekuatan mental.
Merry melewatkan hari-hari yang sulit dengan penghematan yang nyaris tidak masuk akal, hampir setiap hari Merry menyantap mie instan, mengisi perut sekedarnya dengan roti tawar, memasan menu makan siang paling murah, serta minum air putih sebanyak-banyaknya untuk mengatasi lapar dimalam hari. Namun ditengah proses perjuangan yang sulit, suatu keajaiban Merry bertemu dengan Alva Tjenderajasa yang juga mempunyai nasib yang sama dengannya. Keduanya menjadi perpaduan mengesankan sebagai partner yang saling melengkapi dalam perjuangan. Banyak hal yang mereka diskusikan, teman seiring sejalan dan sahabat sevisi.
Kesulitan dan pahitnya hidup di Singapura membuat Merry semakin mendekatkan dirinya kepada Tuhan, dia yakin bahwa kekuatan iman sangat berpengaruh dalam membentuk ketabahan seseorang dan itu merupakan prinsip yang hakiki, sehingga segala yang Merry jalani berorientasi pada hal-hal yang baik dengan prinsip yang baik pula.
Merry berpikir untuk mengupayakan nasibnya dengan melakukan sesuatu, dia memantapkan diri untuk segera melakukan sebuah aksi yang pasti untuk mencari uang.
Pekerjaan apapun ia lakukan untuk mencari tambahan penghasilan, bekerja sebagai pembagi brosur, penjaga toko bunga, bekerja di tempat laundry, pelayan banquet saat pesta di ballroomhotel mewah, menjadi karyawan di micron, juga pernah mengalami kegagalan seperti ditipu 200 dolar, lenyapnya harapan Merry dan Alva saat gagal bisnis penjilidan skripsi, batalnya kesempatan menjadi distributor salah satu produk kesehatan, bisnis jual beli saham pun menelan kerugian mencapai 10.000 dolar.
Walaupun begitu pahitnya kegagalan tidak membuatnya menyerah, tidak putus asa, selalu mensyukuri nikmat, tidak mengeluhkan semua cobaan yang dihadapinya dan selalu bekerja keras, karena mimpinya untuk terbebas dari beban financial sebelum umur 30 tahun, dapat membayar utang dan membahagiakan orangtua. Merry semakin semangat bergulung ditengah kegagalannya, dia membuat langkah demi langkah baru dalam menembus jalan impiannya dan menangkap berbagai peluang untuk bisa menemukan pintu gerbang yang jelas sebagai jalan menuju sukses.
Dia tidak takut dalam membentuk cita-citanya, dia sangat powerful, tidak ada yang tidak mungkin jika memiliki tekad dan keberanian.
Setelah tamat kuliah Merry memilih untuk menjadi sales asuransi yang membuatnya ditertawakan oleh teman-temannya. tapi dia tetap teguh, dia mengumpulkan keberanian dengan bahasa Inggris yang buruk, terjun kejalanan dalam kondisi perut lapar, kerja 14 jam sehari, 20 kali presentase dan menegakkan tekad untuk terus maju. Ini adalah fase yang amat sulit dihidup Marry, tapi pada masa itulah dia diuji untuk untuk mengerahkan segala kekuatan dan potensi yang ada dalam dirinya.
Etos kerja keras, itulah harga mati yang harus dibayar untuk membeli masa depan. Merry menyandang gelar manajer dan president star club atas prestasinya meraih pencapaian target investasi tertinggi di industry produk financial dan sekarang mampu membentuk organisasi konsultan keuangan sendiri. Tahun 2006 penghasilan Merry telah mencapai 1 juta dolar, dia dinobatkan sebagai professional muda di Singapura.
Alberthiene Endah penulis buku Mimpi Sejuta Dolar ini sangat berpengalaman dan mampu membuat pembaca merasakan suasana yang dialami Merry Riana dalam mencapai keberhasilannya.
Mimpi Sejuta Dolar, buku yang sangat inspirasional, terutama untuk mereka yang masih muda, banyak sekali nilai-nilai moral yang diajarkan kepada kita.